home photo grallery buku tamu link tentang kami


DOWNLOAD sampul prosiding rakernas SI 2010
DOWNLOAD isi prosiding rakernas SI 2010

         
Rapat Kerja Nasional XV Sylva Indonesia (RAKERNAS XV SI)
-          Gambaran Umum
Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Sylva Indonesia merupakan agenda rutin Sylva Indonesia untuk membahas program-program rutin nasional dan program kerja yang menjadi kebutuhan Sylva Indonesia dan hal-hal lain yang dianggap perlu dan akan dilaksanakan Pengurus Pusat dalam satu periode kepengurusan. Kegiatan RAKERNAS XV diadakan di Kab. Bantaeng mulai tanggal 20 Juli 2010 sampai dengan 22 Juli 2010.

-          Pemaparan Makalah Tiap Pengurus Cabang Sylva Indonesia
Agenda pertama RAKERNAS yaitu pemaparan makalah oleh masing-masing Pengurus Cabang yang datang. Adapun bahan makalah yang dipaparkan terlampir.

-          Pembahasan Grand Issue RAKERNAS XV Sylva Indonesia
Agenda berikutnya adalah pembahasan grand issue nasional yang nantinya akan menjadi dasar dari sylva Indonesia. Alur pembahasan grand issue tersebut adalah sebagai berikut:
a.          Pengidentifikasian mengenai kondisi nasional dan daerah di Indonesia. Hal yang dibahas yaitu tentang kebijakan nasional dalam bidang pertambangan dan perkebunan. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan menegenai local genius people (kearifan lokal masyarakat). Hal yang menjadi sorotan adalah pendidikan dan pelatihan untuk penguatan kelembagaan dan pendapatan masyarakat. Bidang lain yang dibahas dalam sesi ini yaitu tentang teritorial dan optimalisasi potensi lahan di daerah masing-masing Pengurus Cabang.
b.         Setelah melakukan pengidentifikasian masalah dan kondisi nasional, dilanjutkan dengan pembagian masalah-masalah tersebut ke dalam garis-garis besar masalah utama dan dilakukan analisa SWOT untuk melihat peluang Sylva Indonesia menjadi salah satu agen untuk mengatasi masalah tersebut. Masalah yang paling krusial menurut pembahasan panjang tersebut mendapatkan bahwa issue pengurangan emisi lewat skema REDD serta pemberdayaan masyarakat sekitar hutan menjadi hal yang paling utama dan menjadi grand issue Sylva Indonesia ke depannya.
c.          Penetapan grand issue  tersebut kemudian dijabarkan secara teknis dan spesifik dalam kegiatan rutin Sylva Indonesia yang nantinya akan dilaksanakan oleh Pengurus Cabang yang ditunjuk sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT).
  selengkapnya klik di sini prosiding rakernas SI 2010

9 nilai dasar rimbawan

by Unknown | 05.55 in | komentar (0)

9 NILAI DASAR RIMBAWAN
Untuk membangkitkan semangat bekerja yang baik dibutuhkan stimulus atau rangsangan yang positif baik yang berasal dari dirinya sendiri atau lingkungan. Dari organisasinya sendiri maupun dari lembaga lain, jika itu dirasa baik. Seorang pustakawan perlu memandang lembaga pelayanan masyarakat yang lain jika lembaga tersebut lebih memukau.
Berikut ini ada sembilan nilai dasar rimbawan atau ahli hutan yang harus dihayati, dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh rimbawan:
  1. Jujur: Adalah sikap ketulusan hati dalam melaksanakan tugas dan kemampuan untuk tidak menyalahgunakan wewenang yang diberikan.
  2. Tanggungjawab:Adalah kemampuan dan kemauan seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu serta berani memikul akibat atas putusan dan tindakan yang dilakukan.
  3. Ikhlas: Adalah sikap rela untuk berbuat yang positif bagi orang lain, yang datang dari sanubari
  4. Disiplin: Adalah sikap mental yang tercermin dalam perilaku kepatuhan dan ketaatan terhadap aturan kerja, hukum dan norma kehidupan bermasyarakat.
  5. Visioner: Adalah mempunyai wawasan atau pandangan jauh ke masa depan dan arah tujuan yang ingin dicapai.
  6. Adil: Adalah perbuatan yang dilandasi rasa tidak sewenang-wenang, tidak memihak, dan secara proporsional sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  7. Peduli: Adalah sikap memperhatikan orang lain dan lingkungan.
  8. Kerjasama: Adalah kemauan dan kemampuan untuk bekerjasama dengan semua pihak untuk mencapai hasil guna dan daya guna yang optimal
  9. Profesional: Adalah kemampuan konseptual, analisis dan teknis dalam bekerja yang diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan , sehingga putusan dan tidakannya didasari atas rasionalitas dan etika profesi.




DEPHUT, 2007