home photo grallery buku tamu link tentang kami

album pc si uniku

by Unknown | 06.08 in | komentar (0)

struktur organisasi

by Unknown | 02.56 in | komentar (0)


STRUKTUR ORGANISASI
SYLVA UNIVERSITAS KUNINGAN
FAKULTAS KEHUTANAN



Ketua
Doni Krismailia Hadi
Wakil
Ivan Sofyan
Sekretaris
Cucu Samsuari
Bendahara
Mugi Gesang Ibrahim
Edi Sutardi
Seksi-seksi :

Hubungan Internal
Nurul Fajri
Andri Suhendri
Hubungan External
Dede Suhartanto
Udi Rudiana
Dian Triana Hidayat
Survey Lapangan
Asep Budi Wahyono
Leri Suhari
David Rudiatna
Penelitian dan Pengembangan
Deni Rudiansyah
Herdis Triadi
Jejen Jaeni
Sarana dan Peralatan
Didi Setiadinata
Veri Herianto
Muhamad Fitroh
Kerohanian
Sandi Nugraha
Tya Nafctahul Apriyani
Seni Budaya
Agustiana
Maman Soleman
Olah Raga
Gito Sanjoyo
Muhamad Abizar Syahrobi
Lingkungan Hidup
Ade Sunarya
Sutanto Hadi Primanto
Dadang Iskandar


etika rimbawan dilapangan

by Unknown | 00.40 in | komentar (0)

ETIKA RIMBAWAN di LAPANGAN
Thoha (2003) mengemukakan bahwa untuk dapat mengoptimalkan pemahaman dan terjadinya interaksi yang harmonis antara peserta praktik dan huta, setidaknya perlu memperhatikan hal-hal berikut :
  1. Selalu memohon perlindungan dan pertolongan pencipta hutan yaitu Tuhan Pencipta Semesta Alam setiap kali berinteraksi dengan hutan.
  2. Menghilangkan sfat-sifat yang bisa menghalangi kedekatan hubungan kita dengan hutan seperti sombong, egois, tinggi hati, malas dan merendahkan sesuatu.
  3. Menghargai dan mematuhi kebiasaan atau budaya yang berlaku di kawasan dan masyarakat sekitar hutan, seperti tidak membuat gaduh, tidak berkata jorok, tidak sesumbar, tidak membuang sampah sembarangan, tidak memotong ranting tertentu dan lain-lain.
  4. Mengikuti dengan antusias berbagai informasi dan kegiatan yang diberikan dan atau ditawarkan masyarakat kepada kita.
  5. Tidak hanyut pada aktivitas yang tidak sesuai atau membawa cerita buruk bagi mahasiswa dan institusi seperti berjudi, mabuk, pelacuran, dll.
  6. Menyelesaikan masalah yang terjadi pada kelompok secara musyawarah dan berkonsultasi pada pembimbing lapangan.
  7. Tidak menawarkan atau menyebarkan sesuatu yang dapat mengakibatkan kekacauan suasana hutan dan masyarakat hutan.
  8. Berupaya dengan kemampuan yang ada untuk ikut peduli, menawarkan solusi atau bahkan ikut berpartisipasi dalam mnyelesaikan masalah yang terjadi pada kawasan hutan dan masyarakat sekitar hutan.
  9. Menampilkan sosok mahasiswa yang dapat menjadi teladan masyarakat bukan sebagai sosok yang berprilaku bebas dan banyak menuntut.
  10.  
    www.riobelajar.co.cc.

kode etik rimbawan indonesia

by Unknown | 00.39 in | komentar (0)

Rimbawan adalah seseorang yang mempunyai pendidikan kehutanan dan atau pengalaman di bidang kehutanan dan terikat oleh norma-norma sebagai berikut:
  1. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menempatkan hutan alam sebagai bagian dari upaya mewujudkan martabat dan integritas bangsa di tengah bangsa-bangsa lain sepanjang jaman.
  3. Menghargai dan melindungi nilai-nilai kemajemukan sumberdaya hutan dan sosial budaya setempat.
  4. Bersikap obyektif dalam melaksanakan segenap aspek kelestarian fungsi ekonomi, ekologi dan sosial hutan secara seimbang dimanapun dan kapanpun bekerja dan berdarma bakti.
  5. Menguasai, meningkatkan, mengembangkan, mengamalkan ilmu dan teknologi berwawasan lingkungan dan kemasyarakatan yang berkaitan dengan hutan dan kehutanan.
  6. Menjadi pelopor dalam setiap upaya pendidikan dan penyelematan lingkungan dimanapun dan kapanpun rimbawan berada.
  7. Berprilaku jujur, bersahaja, terbuka, komunikatif, bertanggung gugat, demokratis, adil, ikhlas dan mampu bekerjasama dengan semua pihak sebagai upaya dalam mengemban profesinya.
  8. Bersikap tegar, teguh dan konsisten dalam melaksanakan segenap bidang gerak yang diembannya, serta memiliki kepekaan, proaktif, tanggap, dinamis dan adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis yang mempengaruhinya baik di tingkat lokal, nasional, regional, dan global.
  9. Mendahulukan kepentingan tugas rimbawan dan kepentingan umum (publik interest) saat ini dan generasi yang akan datang, di atas kepentingan-kepentingan lain.
  10. Menjunjung tinggi dan memelihara jiwa korsa rimbawan.
Cangkuang - Sukabumi, 4 Nopember 1999

survival

by Unknown | 00.38 in | komentar (0)

SURVIVAL

Survival adalah suatu tindakan yang paling awal yang dilakukan oleh setiap makhluk yang hidup untuk mempertahankan hidupnya dari berbagai ancaman, survival adalah perjuangan agar tetap hidup.

Dilihat dari kondisi alam Indonesia maka pengetahuan survival ini harus disesuaikan, juga dengan iklim tropis yang ada di negara kita. Di Indonesia daerah yang akan ditemui adalah : hutan belantara, rawa, sungai, padang ilalang, gunung berapai dan lain sebagainya.

Ada beberapa permasalahan yang akan kita hadapi, yaitu masalah / bahaya yang ada di alam (bahaya obyektif), masalah yang menyangkut diri kita sendiri (bahaya subyektif). Ada beberapa aspek yang akan muncul dalam menghadapi survival:

  1. Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, dll.
  2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka, lelah, dll.
  3. Lingkungan : panas, dingin, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dll.

Ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan survival, selain faktor keberuntungan (nasib baik/pertolongan Tuhan tentunya), yaitu:

  1. Semangat untuk mempertahankan hidup.
  2. Kesiapan diri.
  3. Alat pendukung.

Beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi dalam menghadapi survival :
Perlindungan terhadap ancaman :

  1. cuaca,
  2. binatang,
  3. makanan/minuman
  4. penyakit

Untuk mengatasi keadaan cuaca yang dingin atau panas adalah dengan membuat bivak atau tempat berlindung sebagai sarana perlindungan yang nyaman bagi kita dari ancaman faktor-faktor alam yang ekstrim, selain itu agar badan kita tetap nyaman, usahakan selalu memakai pakaian yang kering.

Makanan dan minuman juga sangat penting yang harus didapatkan dalam menghadapi keadaan yang genting dimana kita butuh tenaga / kalori untuk melakukan aktifitas. Ciri-ciri dan karakteristiknya harus kita kenali agar tidak membahayakan. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat botani dan zoologi praktisdibawah ini :

Mempelajari botani dan zoology praktis dianggap penting untuk lebih mengenal jenis tumbuhan dan hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan darurat (survival food) atau obart-obatan. Selain itu kita dapat mengenal jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan yang harus dijauhi karena beracun, berbisa, atau dapat menganmcam keselamatan jiwa. Hal ini penting karena alam Tropis memiliki karakteristik yang berbeda dengan alam Sub Tropis.

Daerah tropis memiliki karakteristik sebagai berikut : Keanekaragaman species yang tinggi tetapi dalam satu species jumlah populasinya rendah. Artinnya harus lebih banyak mengenal keanekaragaman species yang lebih banyak bila dibandingkan dengan yang di Sub Tropis. Selain itu alam tropis dengan jumlah populasi yang tidak terlalu banyak menyebabkan kita harus sedikit berusaha lebih keras lagi guna memanfaatkannya. Yang terakhir cuaca alam tropis relatif stabil dan perbedaan yang drastic dan ekstrim jarang ditemukan.

Botani Praktis

Permasalah dalam survival mengenai masalah Botani Praktis adalah survivor harus mengenal karakteristik alamnya. Karena daerah di Indonesia ini dapat dikelompokan menjadi beberapa zona geografi tumbuhan.

Secara garis besar, tumbuh-tumbuhan dibedakan pada dua hal :

  1. Tumbuhan yang dapat dimakan (berguna, mengandung air, dapat dipakai sebagai obat-obatan, dll)
  2. Tumbuhan yang berbahaya (beracun).


Tumbuhan Yang Dapat Dimakan

Bagian tumbuhan yang dapat dimakan dan memberikan energi yang cukup adalah umbi (umbi batang / umbi akar), setelah itu baru buah, biji, dan daun.

Ciri umum tumbuhan yang dapat dimakan :

  • Bagian tumbuhan yang masih muda /tunas.
  • Tumbuhan yang tidak mengandung getah.
  • Tumbuhan yang tidak berbulu.
  • Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap.
  • Tumbuhan yang dimakan oleh hewan mamalia.

Langkah-langkah yang perlu bila akan memakan tumbuhan :

  • Makan tumbuh-tumbuhan yang sudah dikenal.
  • Makan jangan hanya satu jenis tumbuhan saja.
  • Sebaiknya jangan memakan tumbuhan yang buahnya berwarna ungu, karena dikhawatirkan mengandung racun alkaloid.
  • Cara memakan buah-buahan yang belum kita kenal adalah dengan mengoleskan sedikit ke bibir dan tunggu reaksinya. Bila tidak ada rasa aneh (panas, pahit) berrati cukup aman.
  • Yan paling baik adalah terlebih dahulu memasak bagian tumbuhan yang akan dimakan.

Contoh tumbuhan yang dapat dimakan :

  • Umbi di dalam tanah : jenis talas, kentang, bengkuang, paku tanah.
  • Bagian batangnya : umbut muda pisang, sagu, begonia.
  • Buah : kelapa, arbei hutan, konyal (markisa hutan), nipah (dirawa)
  • Biji : padi, jagung, biji rumput teki (di Madura), biji saniten yang sudah tua
  • Bunga : turi, pisang.
  • Daun : rasamala, melinjo, babadotan, tespong, antanan.


Tumbuhan Obat

Dapat dikelompokan menjdai dua :
a. Dimakan/diminum, contoh :

  • Bratawali (Anamitra cocculus), tumbuhannya merayap. Terdapat di hutan, di kampung. Batangnya direbus, rasanya pahit. Gunanya obat anti demam, anti malaria, pembersih luka, penambah nafsu makan.
  • Keji Beling/ngokilo (Strobilateses). Tumbuhan semak dan di hutan. Ambil daunnya, dimasak untuk obat pinggang dan infeksi/keracunan pada pencernaan.
  • Sembung/sembung manis (Blumen Balsmifira). Jenis rumput-rumputan, terdapat di padang rumput yang banyak anginnya. Daunnya diseduh dengan air panas, dapat digunakan untuk sakit panas, sakit perut.

b. Tumbuhan Obat Luar, untuk luka

  • Getah pohon Kamboja, untuk menghilangkan bengkak, juga untuk terkilir.
  • Air rebusan Bratawali untuk mencuci luka, juga air batang pohon randu (kapuk hutan).
  • Daun Sambiloto ditumbuk halus, atau daun Ploso untuk anti sengatan kalajengking.
  • Kirinyuh.


Tumbuhan Beracun

  • Getah pohon paku putih dapat menyebabkan kebutaan.
  • Getah pohon Rengas, ingas/semplop, sangat berbahaya karena merusak jaringan.
  • Getah Jambu Monyet menyebabkan gatal-gatal.
  • Buah Aren mentah menyebabkan gatal-gatal.
  • Kecubung, beracun bila dimakan.
  • Rarawean, dapat menyebabkan gatal-gatal dan pedih.
  • Daul Pulus dapat menyebabkan gatal-gatal dan panas
  • Si Cantik Beracun.


Tumbuhan Berguna Lainnya

  • Tumbuhan penyimpan air : tumbuhan beruas (bamboo, rotan, dll), tumbuhan merambat, kantung semar, kaktus dll.
  • Tumbuhan pembuat atap/perlindungan : daun nipah, aren, sagu dll.
  • Pengusir ular dan serangga : lemo
  • Indikator air bersih : tespong, selada air.

Jamur di hutan sebaiknya jangan dimakan karena sulit untuk membedakan Janis yang bias dimakan atau yang beracun, keculai bagi yang sudah ahli, selain itu kadar kalori jamur sangat rendah karena tubuh jamur banyak mengandung air. Pedoman umum untuk menentukan jamur yang dapat dimakan, seperti : tidak berwarna menyolok, tidak bercahaya, tidak memiliki gelang pada tangakinya, tidak berbau memuakkan, tidak memberi efek warna hitam bila disentuh kan ke benda-benda perak.
Pedoman seperti itu sebenarnya terkadang sangat berbahaya. Banyak juga jamur yang mempunyai cirri-ciri diatas justru mengandung racun. Contohnya Amanita phallolder berwarna putih kecoklatan, tidak mempunyai gelang, justru memiliki racun yang mematikan manusia. Amanita Verna dan Amanita virosa yang berwarna berwarna putih bersih memiliki racun yang mematikan. Ketiga jamur itu bila dimakan, setelah 30 menit kemudian akan mengakibatkan perut sakit sekali. Bila tidak dirawat segera, 6 jam kemudian dapat menyebabkan kematian.

Zoologi Praktis

Sebagaian besar hewan pada dasarnya dapat dimakan. Kesulitannya adalah bagaimana cara mendapatkannya. Untuk itu diperlu pengetahuan tentang habitat, dan tingkah laku hewan tersebut.
Untuk menangkap hewan diperlukan keberanian dalam mengambil keputusan, misalnya : hewan selalu mencari air untuk keperluan sehari-harinya. Apabila kita ingin mendapatkan bermacam hewan, harus menuju sumber air. Dalam hal ini kita akan dihadapkan pada satu masalah. Bila di dekat sumber air banyak hewannya berarti juga banyak hewan yang berbahaya bagi kita.


Habitat Hewan

Habitat yang paling banyak jenis hewannya adalah pantai dan laut dangkal. Semakin tinggi permukaan tanah, jenis hewan yang ada semakin sedikit. Jadi bila tersesat digunung dan ingin mencari makanan (hewan), jangan terus naik ke puncak gunung. Lebih baik turun, kemungkinan besar akan menemukan berbagai jenis hewan.


Prilaku Hewan

Prilaku setiap hewan adalah khas. Kapan kita akan mudah menangkap suatu hewan, kapan harus menghindarinya. Pada musim kawin, hewan-hewan biasanya kurang peka terhadap sekelilingnya. Saat seperti inilah yang baik untuk menangkapnya. Burung-burung pindah dari daerah dingin ke daerah panas. Ikan salem atau belut/lindung yang berpindah tempat di sungai dan laut untuk bertelur. Ular yang menjaga telur atau anaknya biasanya bertambah ganas.


Binatang Berbahaya

  • Nyamuk di daerah malaria.
  • Lalat dayak/lalat kerbau (besarnya 2 kali lalat biasa) terdapat dihutan Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya. Bekas gigitannya bengkak dan gatal, bias infeksi.
  • Lebah, sengatannya beracun, dalam jumlah besar/banyak dapat mematikan.
  • Kelabang, kalajengking. Bekas sengatannya sakit, bengkak. Untuk mengurangi rasa sakit dapat dengan ammonia, tembakau dan sambiloto.
  • Pacet, lintah. Menghispa darah, untuk melepaskannya siram dengan air tembakau.
  • Ular berbisa : ular Hijjau, ular bakau, ular tanah, ular sendok/kobra, ular belang dll. Umumnya jenis ular berbisa dapat diketahui dengan melihat bentuk kepala (segi tiga), leher relatif kecil, terdapat lekukan antara mata dan hidung, mempunyai gigi bias.


Binatang Yang Berguna

- Hampir semua mamalia dan burung dapat dimakan dagingnya
- Ular, kadal, kura-kuran dapat dimakan.
- Lebah bias diambil madu dan larvanya.
- Cacing dan siput hutan dapat dimakan.


Serpentes (Ophidia)

Di Indonesia banyak sekali jenis ular termasuk yang berbisa. Ular pada umumnya aktif di siang hari. Anggota badan yang banyak digigit adalah tungkai, kemudia jari kaki.
Ular yang banyak menyebabkan kematian antara lain ular tanah (angkistrodon), ular hijau (Trimeresurus), ular Anang, Biludah.
Macam gigi bias :

  • AGLYPHA, tidak mempunyai gigi bias. Contoh : ular Sanca / phyton, ular sawah (umumnya dari keluarga Colubridae).
  • PHISTOGLYPHA, mempunyai gigi bias dibelakang. Contoh : Ular Cincin Mas (Boiga dendrophila), Ular Pucuk/Ular Daun (Dryophis).
  • PROTEROGLYPHA, mempunyai gigi bias di depan, yang efektif untuk menyalurkan bias. Contohnya Elapidae, Hydrophiidae.
  • SOLENOGLYPHA, mempunyai gigi bias di depan dan dapat dilipat. Umumnya gigi bias tersebut besar. Contohnya Crotalidae, Viperridae.

Macam bisa :

  • Neurotoksin, yang menyerang jaringan saraf dan bersifat bertentangan dengan tranmisi rangsangan saraf. Menyebabkan kelumpuhan pada alat pernafasan dan rusaknya jaringan otak.
  • Hemotoksin, yang menyerang darah dan system peredarannya. Dapat menguraikan protein, menyebabkan sel darah rusak dan menggumpal.
  • Kardiotoksin, yang diserang adalah otot jantung.
  • Miksotoksin, yang diserang cairan dalamtubuh.

Penanggulangan Gigitan Ular :

  • Korban jangan banyak melakukan gerakan, dan tidak panaik.
  • Luka dibersihkan.
  • Torniket digunakan untuk mencegah kemungkinan menjalarnya bias ke Jantung. Torniket diletakkan antara luka dengan jantung (luka di daerah anggota badan).
  • Ular yang menggigit harus ditangkap dan diketahui jenisnya. Bila berbisa, dapat ditentukan jenis bisanya.
  • Korban dibawa ke puskesmas setempat / rymah sakit terdekat.

Obat yang biasa digunakan untuk menawarkan bias:

  • Aspirin untuk menghilangkan rasa sakit.
  • Vitamin B kompleks dan Paracetamol untuk menghilangkan rasa nyeri dan panas.
  • Antivenin Polyvalent, serum anti bias yang bersifat umum.
  • Antivenin Taipan, serumuntuk gigitan ular Taipan.
  • Antivenin Brown Snake, serum untuk gigitan ular Mulga.
  • Antivenin Papua Black Snake, serum untuk gigitan ular hitam Irian.

beberapa cara mendapatkan air
  • Galilah lubang sedalam kira-kira 30-50 cm dengan diameter yang lebih besar dari misting / rantang (apa pun yang dapat digunakan untuk menampung air)
  • Potonglah ranting kering dengan panjang kira-kira 50 cm, siapkan selembar plastik yang cukup lebar (bisa juga menggunakan ponco / jas hujan).
  • Letakkan misting / rantang di dasar lubang, tegakkan batang / ranting tadi dan tutupi dengan pastik, jangan lupa letakkan batu disekelilingnya agar tidak mudah bergeser. (lihat gambar 1)
  • Tunggulah air menguap dari permukaan tanah.

Api sangat berguna untuk menghangatkan tubuh kita, untuk memasak dan untuk melindungi diri kita dari ancaman binatang-binatang buas, teknik dan cara pembuatan api harus kita kuasai dengan baik. Membuat jebakan untuk mendapatkan makanan juga salah satu cara untuk tetap bertahan.


Tindakan dalam menghadapi survival :
Ingat semboyan ‘STOP’ :

S = Stop (berhenti).
T = Thinking (mulailah berpikir, dengan ketenangan berpikir akan mudah bertindak)
O = Observe (amati keadaan disekitar kita, apa yang bisa kita kerjakan)
P = Planning (buat perencanaan mengenai tindakan yang akan kita lakukan)

p3k

by Unknown | 00.36 in | komentar (0)

P3K

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan adalah bantuan pertama yang diberikan kepada orang yang cedera akibat kecelakaan sebelum ditangani oleh tenaga medis dengan sasaran menyelamatkan nyawa, menghindari cedera atau kondisi yang lebih parah dan mempercepat penyembuhan.

Seorang pemberi pertolongan pertama bertugas:

  • Memeriksa keadaan tanpa membahayakan diri sendiri,
  • Tidak bertindak seperti dokter,
  • Tenang, tidak panik dalam menangani korban
  • Menenangkan korban dan melindunginya dari bahaya yang mungkin timbul
  • Jika perlu membawa korban kembali ke tempat tinggalnya atau ke tempat sarana medis terdekat.

Sikap tenang dan percaya diri selama menilai situasi dan melakukan perawatan medis yang diperlukan, akan menentramkan semua orang terutama korban dan membuat mereka yakin ia akan mampu mengatasi situasi.

Seorang pemberi P3K yang bijaksana tidak hanya tergantung dari barang-barang yang ada dalam perlengkapan P3Knya, tetapi ia akan berusaha untuk menggunakan barang apa saja yang ada di sekitarnya, dan apabila perlu ia akan membuatnya sendiri, misalnya tandu darurat, penyangga darurat dan lain-lain.

Hal-Hal Yang Perlu Dicermati

  • Urutan Kejadian; Bagaimana Kecelakaan Terjadi?, Tanyakan pada korban dan saksi mata.
  • Gejala; Dengar baik-baik segala ucapan korban, apakah ia merasa sakit? Lihat secara jelas, bagian tubuh mana yang mengalami pendarahan?Dapatkah digerakkan?
  • Tanda-Tanda; Periksa korban dari ujung kepala hingga kaki dengan cermat, bandingkan ke dua sisi badan korban. Adakah kejanggalan yang terlihat atau teraba? Apakah korban mengenakan tanda-tanda medis seperti gelang medis
  • Perkecil Resiko terjadinya kecelakaan susulan; misalnya terjadi kecelakaan lalu lintas, perkecil resiko terjadinya kebakaran dengan mematikan stater / kunci kontak, segera siagakan alat pemadam kebakaran. Peringatkan Kendaraan lain yang melewati tempat kejadian, seperti dengan memasang segitiga pengaman atau tunjuk beberapa orang untuk mengatur lalu lintas
  • Saksi Mata

Bila korban mendapat kecelakaan karena:

1. Berhubungan dengan Listrik

Bila korban terkena sengatan listrik tegangan rendah, misalnya di ruang tamu, hentikan aliran listrik dengan mematikan sekering atau mencabut stop kontak. Bila hal ini sulit untuk dilakukan, berdirilah pada permukaan yang kering, misalnya gulungan kertas, keset karet dll, dan sentakkan anggota tubuh korban yang terkena aliran listrik tersebut dengan benda yang bukan menghantarkan arus listrik, misalnya tangkai sapu. Kemudian baru lakukan pertolongan pertama seperlunya. DILARANG MENYENTUHKAN KORBAN DENGAN BENDA BASAH, karena air merupakan penghantar listrik yang baik.

2. Berhubungan dengan Kendaraan Pengangkut Bahan Kimia

Biasanya kendaraan pengangkut bahan kimia selalu memberikan tanda-tanda peringatan, misalnya apakah cairan yang dimuat mengandung zat beracun, zat mudah terbakar, zat korosif dll. untuk itu kita harus berhati-hati dalam menanganinya. Misalnya kita ragu-ragu untuk menolongnya, usaha paling bagus adalah dengan segera melaporkan kecelakaan tersebut dengan data-data yang ada.

3. Berhubungan dengan Binatang Buas atau Berbisa

Sebelum kita melakukan pertolongan pertama, alangkah bijaksananya bila kita terlebih dahulu mengecek apakah binatang tersebut masih ada di tempat kejadian atau sudah pergi.

Memindahkan Korban

Kenyamanan dan kondisi cedera harus menjadi pertimbangan utama dalam memindahkan korban. Ada dua hal penting, yaitu:

  • Lebih baik pindahkan barang-barang yang bisa membahayakan korban, bila hal ini tidak mungkin untuk dilakukan, baru dilakukan usaha memindahkan korban.
  • Jangan memindahkan sendiri korban, bila ada orang lain yang dapat membantu.

Agar cedera korban tidak tambah parah, tunggu sampai orang yang ahli datang karena penanganan yang ceroboh dapat memperparah cedera. Misalnya tulang yang patah dapat merobek pembuluh darah dan menyebabkan pendarahan hebat. Pilihlah teknik yang sesuai dengan kondisi cedera, jumlah tenaga penolong, ukuran tubuh korban, dan rute yang akan dilewati.

Prinsip-Prinsip dalam Mengangkat

  • Berdiri dengan kedua kaki sedikit merenggang.
  • Tegakkan punggung dan bengkokkan lutut.
  • Jaga keseimbangan tubuh
  • Gunakan tumpuan kaki (paha) untuk mengangkat

Peralatan P3K

  • Plester
  • Pembalut berperekat
  • Pembalut steril (besar, sedang dan kecil)
  • Perban gulung
  • Perban segitiga
  • Kain Kasa
  • Pinset
  • Gunting
  • Peniti, dll

P3K bagi pasien yang berhenti bernafas

Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan. Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban.

Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :

  • Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas
  • Rahang ditarik sampai mulut terbuka
  • Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.

Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :

  • Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.
  • Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit

Pingsan

  • Didengarkan apakah masih ada nafas (prinsip = nafas harus bebas), perhatikan gerakan dada dan perut, kita rasakan nafaskan
  • Kalau masih ada nafas, tidak boleh diberi nafas buatan atau memasukkan apapun selama pingsan
  • Bila ada benda di mulut atau tenggorokan, ambil bendanya tsb, caranya : Dimiringkan, 1 tangan didekapkan ke dada dan 1 tangan lurus, 1 kaki ditekuk
  • Penolong diantara kepala dan bahu, pegang 1 tangan diatas dahi, dan 1 tangan dibawah dahi
  • Bila sudah diambil bendanya, kembalikan posisi
  • Bila tidak ada nafas, beri nafas buatan

Tersedak

  • 1 tangan kiri di perut korban
  • Korban agak ditundukkan
  • Tepuk punggung korban pake buku-buku jari atau tanggal menggepal di tekan di ulu hati
  • Lakukan beberapa kali sampai benda yang tersedak bisa keluar

Luka bakar

  • Tidak boleh dikasih odol atau obat lain
  • Gelembung tidak boleh dipecah
  • Luka harus bersih
  • Luka baker harus disiram dengan air biasa (tujuannya agar tidak terasa panas)

Digigit Ular

  • Diam, posisi duduk
  • Tanda ular berbisa, ada 2 taring di bekas gigitan
  • Tanda ular tidak berbisa, bekas gigitan biasa
  • Prinsip penolongan mencegah bisa ular mengalir naik ke jantung
  • Diikat dengan kencang
  • Luka yang kena gigitan ditoreh lebar biar darah yang kena bisa ular keluar
  • Tidak boleh diisap dengan mulut
  • Tiap ½ jam sekali ikatan dilonggarkan agar udara lancar
  • Segera dibawa ke RS/puskesmas terdekat